DLH Makassar: Sampah Anorganik Punya Nilai

 


HALOSULSEL.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus mendorong masyarakat untuk melihat sampah anorganik sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.


Warga diimbau mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga dan memanfaatkan keberadaan Bank Sampah Unit (BSU) serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di wilayah masing-masing.


Langkah sosialisasi ini gencar dilakukan, salah satunya menyasar pemukiman di Kecamatan Ujung Tanah. DLH Kota Makassar mengingatkan pentingnya mengarahkan sampah anorganik—seperti plastik, kertas, botol, dan logam—ke jalur daur ulang agar tidak ikut terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa.


Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan BSU dan TPS3R dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang konsisten memilah sampah. Sampah anorganik yang disetorkan ke BSU dapat ditimbang dan dikonversi menjadi tabungan bernilai rupiah.